IT PI PREKURSOR NON FARMASI

IT PI PREKURSOR NON FARMASI

Apakah bisa mengimpor Prekursor Non Farmasi?

Bisa, caranya  Perusahaan harus mengantungi izin

Terlebih dulu sebagai  IT – Importir Terdaftar  Prekursor Non Farmasi.

Kemudian ajukan  PI- Perizinan Impor Prekursor Non Farmasi

Dengan syarat utama telah memperoleh Rekomendasi dari BNN dan Bareskrim.

Info lebih lanjut silakan  menghubungi kami.

Jasa Pengurusan Izin Kerja Tenaga Asing dan KITAS

Jasa Pengurusan Izin Kerja Tenaga Asing dan KITAS

 

Di masa New Normal, tata cara perolehan Izin kerja dan Izin Tinggal bagi Tenaga Asing pun turut berubah.
Perubahan yang paling mendasar pertama adalah, untuk mendapatkan Visa Tinggal Terbatas, jika calon TKA berada di luar negeri maka tidak lagi berkewajiban untuk mengambil Visa di KBRI setempat, melainkan mereka akan langsung mendapatkan E_ Visa, Visa Elektronik yang diperoleh secara online .
Yang kedua, E Visa untuk kerja bisa juga diperoleh oleh WNA yang posisinya berada di Indonesia . Atau kita sebut sebagai Onshore Visa.
Setelah Visa diperoleh, tahapan berikutnya untuk proses Kitas sama seperti sebelumnya.
Info lebih lengkap silakan menghubungi PT PBS

MEMAHAMI KODE HS CODE

MEMAHAMI KODE HS CODE

 

Apa itu HS Code?

HS Code adalah sistem klasifikasi barang perdagangan dunia untuk mempermudah menetapkan tarif, mencatat transaksi perdagangan, mengontrol transportasi, dan melaporkan data statistik perdagangan.

Saat ini HS Code menjadi dasar pengklasifikasian produk ekspor-impor di Indonesia dan diterjemahkan ke dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) yang menjelaskan tarif per produk.

Terdapat beberapa tujuan HS Code ini, yaitu:

  • Memberikan keseragaman dalam klasifikasi produk ekspor-impor yang sistematis
  • Memudahkan pengumpulan data dan laporan statistik ekspor-impor
  • Memberikan sistem yang resmi secara internasional dalam pemberian kode, penjelasan, dan klasifikasi untuk masing-masing produk perdagangan ekspor-impor

Bagaimana membaca HS Code?

Ingat, bahwa hanya enam digit yang digunakan secara bersamaan oleh seluruh negara untuk mengklasifikasi produk perdagangan internasional. Tiap negara dapat mengembangkan HS Code ini lebih dari enam digit untuk menjadi lebih spesifik sesuai kebijakan pemerintah (namun tetap harus menggunakan pedoman HS Code enam digit ini). Kita lihat di Indonesia, sistem penggolongan barang perdagangan pernah menggunakan sistem sepuluh digit dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) yang menjabarkan lebih rinci dari enam digit HS Code. Akan tetapi, per 1 Maret 2017 HS Code di Indonesia mengikuti AHTN dari ASEAN yang menggunakan sistem delapan digit. Berikut adalah penjabaran dari digit HS Code.

  • 2 digit pertama merupakan Bab pengkalisifikasian utama.

Contoh: 09 = Kopi, Teh, Maté, dan Rempah-Rempah.

  • 4 digit pertama merupakan Pos yang mengidentifikasi pengelompokan dalam suatu Bab.

Contoh: 09.01 = Kopi, digongseng atau dihilangkan kafeinnya maupun tidak; sekam dan kulit kopi; pengganti kopi mengandung kopi dengan perbandingan berapapun.

  • 6 digit pertama merupakan Sub-Pos yang menjelaskan secara spesifik tipe produk dalam suatu Pos.

Contoh: 09.01.11 = Kopi, tidak digongseng; Tidak dihilangkan kafeinnya.

  • 8 digit pertama merupakan Sub-pos yang berlaku pada ASEAN dan juga Indonesia, berasal dari teks ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). Pos tarif ini menunjukkan besarnya pembebanan (BM, PPN, PPnBM, atau Cukai) serta ada tidaknya peraturan tata niaganya.

Contoh: 09.01.11.10 = Kopi, tidak digongseng; Tidak dihilangkan kafeinnya; Arabika WIB atau Robusta OIB

Bagaimana Cara Mencari tahu HS Code?

Melalui portal INSW (Indonesia National Single Window)

  • Masuk ke https://intr.insw.go.id/
  • Klik menu INDONESIA NTR di Toolbar lalu pilih HS CODE INFORMATION.
  • Klik di bagian parameter pilih BTBMI – Description in Indonesian.
  • Masukkan kata pada Key words dalam Bahasa Indonesia, contoh “kopi”.
  • Klik ‘SEARCH’ dan akan muncul berbagai macam jenis HS code dengan konten kopi.
  • Cari HS Code yang dibutuhkan. Cari dan klik kode yang memuat delapan digit angka.
  • Akan muncul besarnya Bea Masuk, PPN, PPH, dan Larangan atau Pembatasan (Lartas).
PI-TPT

PI-TPT

PI-TPT- Persetujuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 85/M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Tekstil Dan Produk Tekstil, maka baik Pemegang APIU maupun APIP dapat memperoleh PI -TPT.
Adapun yang membedakan adalah pengajuan PI TPT dengan menggunakan APIU hanya dikhususkan bagi Pengusaha kecil.
Bagaimana tata cara dan persyaratan PI TPT , silakan untuk menghubungi PT Pelangi Bintang Semesta 082298946766
#importekstil #imporproduktekstil #perizinanimportesktil #pitpt

Verifikasi Marketing Plan Dan Kode Etik

Verifikasi Marketing Plan Dan Kode Etik

Di masa pandemi, verifikasi Marketing Plan dan Kode Etik yang dilakukan oleh APLI terhadap perusahaan pemohon SIUPL, dilakukan secara Zoom .
Bagaimana agar perusahaan anda dapat segera melakukan verifikasi kemudian mendaftarkan ke Kementrian Perdagangan untuk SIUPL ?
Silakan hubungi PT PBS 082298946766

#SIUPL #verifikasiapli #sipt #penjualanlangsung #MLM

IT- IMPORTIR TERDAFTAR ALAS KAKI

IT- IMPORTIR TERDAFTAR ALAS KAKI

IT- IMPORTIR TERDAFTAR ALAS KAKI
Baik pemegang APIU ataupun APIP , bisa melakukan impor alas kaki dengan HS Code yang sudah ditentukan sesuai Permendag 2013 tetang Impor Produk Tertentu.
Bagaimana tata cara impor dan apa saja syaratnya untuk dapat melakukan impor? silakan hubungi PT.Pelangi Bintang Semesta
www.ptpbs.co.id
082298946766
#imporalaskaki #importirterdaftaralaskaki